THANK YOU FOR VISIT MY BLOG

Saturday, October 3, 2009

Tobelo Marahai


Kota Tobelo Marahai. Marahai artinya Indah/bagus, beautiful. Apakah tobelo masih marahai? Itu tergantung dari penilaian kita masing-masing. Bisa ditinjau dari tata ruang kotanya, bisa ditinjau dari kebersihannya, bisa juga ditinjau dari kedisiplinan masyarakatnya. Semoga semboyan itu tetap ada dihati segenap masyarakat Tobelo.

Sebagai kota yang plural, Tobelo juga dikunjungi, bahkan ditempati oleh para pendatang dari berbagai belahan bumi lain. Disini kita belajar ber-bhineka tunggal ika.

Pesisir Tobelo (dari Pelabuhan TPI)

Suasana jalanan Kota Tobelo pada pagi hari memang sangat lengang. Tak jarang di lampu merah seperti ini, mobil harus berhenti, walaupun tidak ada mobil/kendaraan dari arah lain yang lewat. Jika tidak ada Polisi yang mengawasi, biasanya ada kendaraan yang nekat melintas dengan kecepatan tinggi melawan lampu merah. Resikonya, ketika tiba-tiba dari arah lain (yang lampunya hijau) muncul kendaraan maka tak jarang terjadi kecelakaan. Apakah tidak dilakukan analisa terlebih dahulu sebelum diputuskan penggunaan traffic light seperti ini?? hmm...

ang penting para pengguna jalan hati-hati aja supaya jangan kecelakaan. Apalagi di Tobelo banyak yang baru belajar naik motor atau mengemudi mobil. Kadang saat membawa kendaraan kita sudah sangat hati-hati namun karena pengemudi lain tidak hati-hati, terjadi kecelakaan juga. Dan ini sering terjadi, apalagi jika pengemudi mabuk "ciu/cap tikus", tak jarang menyebabkan meninggal dunia.
Pertigaan Hotel President

Waktu masih di Tobelo biasanya setiap pagi belanja kue-kue di pasar samping Galaxy Mart. Tapi itu dulu, sebelum dibongkar dan dipindahkan ke Wosia. Namun kekurangtegasan pemerintah menyebabkan pasar ditengah kota tersebut dibangun lagi secara darurat oleh para pedagang yang merasa omzetnya tidak meningkat ketika berjualan di pasar wosia. Namun saya tidak membahas kebijakan pemerintah dan carut-marut urusan pasar disini. Kenangan memilih-milih kue-kue tradisional kesukaan di pagi yang cerah begitu membekas. Sagu bulu campur gula merah yang dibakar dalam bambu tidak pernah saya lewatkan. "Mama-mama yang menjual selalu tersenyum menyambut pembeli dengan logat khas Galela, menyatakan bahwa sebagian besar mama-mama tersebut berasal dari Galela.

Sajian jajanan kue tradisional di pasar Tobelo (suasana yang tinggal kenangan)

Bagi ibu-ibu yang berbelanja untuk keperluan rumah tangga tidak perlu repot, semua tersedia. Sayur-mayur segar, buah-buahan segar, ikan segar, macam-macam jenis dan harganya, tinggal pilih aja...

1 comment:

Simon Lionga said...

Selamat Malam Pak Darius. Kami dari PT. Transindo Karya Mekar, di Pulau Seram, tertarik dengan produksi VCO, Kami juga ingin meningkatkan nilai jual produk kelapa, ada beberapa pertanyaan yang ingin kami sampaikan :
1. Apakah masih tetap berjalan produksi Vco di Halut ?
2. Apakah kami bisa belajar di sana supaya kami bisa produksi di Pulau Seram
3. Apakah sudah ada pangsa pasar / Buyer Vco ?
Atas perhatian dan kerjasamanya, tetimakasih.
Salam
Simon
081380330787