THANK YOU FOR VISIT MY BLOG

Friday, October 2, 2009

Gugusan Pulau Loloda Kepulauan Keindahan Di Jantung “Coral Triangle”

Catatan dari buku Exotic Small Islands


Gugusan Pulau Loloda Kepulauan adalah salah satu gugusan pulau di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara --yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Terletak persis di jantung kawasan “Segitiga Karang” atau “Coral Triangle”, wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Wilayah ini memiliki 30% dari terumbu karang dunia, 76% spesies karang, dan hampir 40% spesies ikan karang dunia. Halmahera Utara, termasuk gugusan pulau Loloda Kepulauan yang berada di bibir Pasifi k, berada persis dalam wilayah pertemuan Samudra Hindia dan Samudra Pasifi k, sehingga spesies karang serta ikan karang di daerah ini sangat mencengangkan. Penelitian yang dilakukan oleh Conservation International (CI) Indonesia, The Nature Conservacy, dan WWF Indonesia pada bulan April 2008 di Halmahera Utara, menemukan 460 spesies karang dan 975 spesies ikan terumbu karang. Terdapat pula 147 spesies krustasea, termasuk 26 spesies udang mantis, serta 42 spesies ekinodermata. Penemuan tersebut menjadikan gugusan pulau Loloda Kepulauan dan perairan di Halmahera Utara sebagai salah satu taman laut paling beragam di dunia.

little experience

Pengalaman bekerja sebagai karyawan swasta di PT. HJ merupakan suatu pengalaman tersendiri buat saya. Sebenarnya PT. HJ merupakan PT ketiga bagi saya untuk menimba ilmu. Sebelumnya di Makassar, pada periode mei - desember 2005, saya pernah bergabung dengan dua PT yg bergerak di bidang Brokerage, perdagangan komoditi (khususnya indeks). Panggilan kembali ke tanah kelahiran dari orang tua - yg sebelumnya saya tolak, membuat saya kembali berpikir untuk mengabdikan ilmu yang sudah saya dapatkan di daerah saya, biasalah - mengabdi sebagai PNS.
Bukannya tidak mau jadi PNS, tapi saya merasa punya kapasitas lebih untuk menjadi lebih dari sekedar PNS, ingin jadi profesional - seperti orang sukses lainnya (ahh klisee..)
Negosiasi terjadi dalam hati, intinya hanya sekali seumur hidup mencoba peruntngan sebagai PNS. Jika diterima berarti bersyukur, namun jika tidak diterima berarti memang tidak dikehendaki jadi PNS. It's so simple kan?? Akhirnya memang tidk diterima di tanah sendiri. Sistem penerimaan dengan sistem "Formasi Program Studi" yang sudah di tentukan membuat saya "ditolak" mentah-mentah hanya pada waktu mendaftar--hah bukannya harus dites dulu?? bisa jadi yang lulus tes nanti tidak lebih hebat dari saya. Tapi begitulah sistemnya. Whatever, mungkin bidang keahlian saya belum terlalu dibutuhkan di pemerintahan...
Selanjutnya di PT. HJ, saya mengabdi pada periode Desember 2006 - Agustus 2008. Hampir 2 tahun benar-benar memberikan banyak pelajaran tentang arti kejujuran, kerja keras, komitmen, dan hati nurani diuji. Dalam periode tersebut, pengalaman memimpin sebuah divisi perdagangan merupakan pengalaman yang sangat berarti. Sebagai pemimpin divisi, kita diajarkan tidak hanya menjadi pemikir bagai mana mengembangkan divisi, namun juga bagaimana memberikan contoh dan motivasi kepada anak buah. Contoh menarik ketika kami sukses mendatangkan Semen Tiga Roda Indocement ke Tobelo dengan harga yang terjangkau ketika itu. Tak tanggung-tangung ketika order pembelian meningkat kami juga harus ikut bermandi semen ria dengan anak buah kami untuk mendistribusikan semen tersebut. Pada saat terjadinya kelangkaan semen, kami mengambil kebijakan tidak menaikkan harga jual - pikiran kami sebagai BUMD, seharusnya menjadi stabilisator harga didaerah sendiri. Pada akhirnya manajeme PT.HJ menganggap kami gagal memberikan kontribusi keuntungan dari penjualan semen. Roling pun dilakukan dan kami diposisikan sebagai Staff Khusus Direktur, dalam hemat kami sih itu non job. whatever... Semakin hari jumlah karyawan PT. HJ semakin berkurang. Rangkap jabatan mulai akrab bagi kami dan beberapa orang karyawan lain.
Selain mengabdi di PT. HJ, kami juga terlibat dalam penyiapan draft usulan pengembangan STT GMIH menjadi Universitas Halmahera (sebelum bekerja di PT. HJ juga sebenarnya saya sudah terlibat). Ketika Universitas berhasil dikembangkan dan mendapat persetujuan dari Pemerintah Pusat, kami dipanggil untuk bergabung secara aktif.
September 2008 kami bergabung dengan Universitas Halmahera, dan saat ini ditugaskan untuk Studi lanjut ke jenjang S2, di ITS Surabaya dengan biaya BPPS melalui Kopertis XII.

Thursday, April 16, 2009

Road to AMQ-Mollucas

Senin 13 April 2009 adalah awal penerbangan Wings Air dari Manado - Kao - Manado. Kebetulan bertepatan dengan jadwal keberangkatanku ke Ambon (sebenarnya hari minggu, cuman sengaja saya undurkan untuk mengikuti penerbangan perdana Wings Air).
Cinta pada pandangan pertama, Kesan pertama begitu menggoda - selanjutnya terserah anda. Kedua ungkapan itu mungkin sering kita dengar, intinya adalah sesuatu yang baru haruslah memberi kesan yang baik bagi orang, dan itulah espektasi saya waktu memutuskan mengikuti penerbangan perdana ini. Intinya saya mau merasakan service awal Wings Air yang dibenak saya pasti ada sesuatu yang "beda".
Setelah membeli tiket, tertera waktu keberangkatan adalah 09.10 WIT. Dengan asumsi dari Tobelo ke kao memerlukan waktu 1 jam, maka paling lambar saya berangkat dari Tobelo pukul 07.00. namun karena saya menggunakan jasa travel untuk transport ke kao, maka saya harus sesuaikan jadwal dengan mereka. Alhasil saya dijemput pukul 05.00 (masih waktu tidurku..heheh).
Penerbangan itu sendiri akan diresmikan oleh Bupati Halmahera Utara, yang datang dengan Muspida dan Kepala Dinas/Badan/Bagian di Setda Halmahera Utara. Dengan demikian pastilah tidak ada masalah berarti dalam penerbangan ini.
Namun ini hanya bayangan saja, karena kenyataannya "Kesan Pertama" sangat jauh dari harapan. Entah karena 'faktor' apa, pesawat yang akan membawa kami ke Manado datang terlambat hampir 4 jam. Anehnya, penumpang seakan-akan diabaikan oleh Maskapai. Sampai waktu Makan siang pun penumpang dibiarkan 'mancari' masing-masing. (padahal biasanya kan kalau situasi seperti itu, maskapai memberikan kompensasi makan siang yaa??).
Singkat cerita, saya melanjutkan penerbangan ke Kota ambon via Makassar.
Di Ambon, saya tinggal di Hotel Wijaya I, tepatnya di Jl. Said Parintah, Depan Kantor Bank BNI. Kamar saya di lantai 5, sehingga dari jendela saya bisa menikmati indahnya kota Ambon dengan pegunungan di belakang dan laut di depan.
Setelah urusan dinas selesai, saya menyempatkan diri untuk menikmati kota Ambon, baik siang maupun malam hari, aktifitas saya setiap hari di Ambon selalu ditutup dengan bersantai di Cafe Beta, depan Pelabuhan kecil. Di Cafe ini, saya bisa bersantai minum cappucino panas dan makan roti bakar sambil ber-internet ria. ya.. di Cafe ini ada akses point sebagai layanan gratis bagi pengunjung cafe, hmmm.. seandainya suasana ini ada di Tobelo.. (ada sih, tapi internetnya tidak gratis (bayar juga).
Akhir perjalanan saya di Ambon, besok tanggal 17 April 2009 saya akan kembali ke Tobelo, melalui Makassar-Manado-Ternate-Tobelo.
The End.

Saturday, April 4, 2009

Universitas Halmahera

Pulau Halmahera saat ini sudah memiliki Universitas sendiri. Universitas Halmahera (disingkat : UNIERA) adalah buah rahim dari pergumulan panjang GMIH untuk menghadirkan sebuah lembaga pendidikan yang dapat menjawab kebutuhan akan sumberdaya manusia di bumi halmahera. Konon sejarahnya, sejak tahun 1992, sidang sinode GMIH di Daruba, Morotai, pemikiran untuk mendirikan universitas di halmahera sudah dicanangkan melalui keputusan sidang sinode tersebut. cikal bakalnya adalah Sekolah Tinggi Teologia (STT) GMIH yang dikelola Yayasan Perguruan Tinggi GMIH. Namun karena tidak ditunjang dengan aksi nyata, keputusan tersebut lambat laun padam perlahan..

Tahun 2006, api perjuangan yang mulai padam ini mulai dihidupkan kembali oleh beberapa orang yang peduli akan perkembangan pendidikan di halmahera. Drs. Esra Anu, saat itu menjabat Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Utara, ditunjuk sebagai Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Halmahera (YPTKH), dengan misi mewujudkan keputusan sidang sinode 1992. Tahun itu juga dibentuklah tim pengembangan STT GMIH menjadi Universitas Halmahera, yang dikomandani oleh Pdt. Dr. Julianus Mojau (pendeta GMIH yang lama mengabdi di STT INTIM Makassar). Perjuangan pun dimulai dan dengan susah payah-banting tulang - suka dan duka - caci dan maki - selalu mengiringi pekerjaan tim pengembangan. Saya sempat terlibat dalam tim (hanya sekedar membantu) untuk menyusun studi kelayakan yang akan di usulkan ke Ditjen Dikti di Jakarta. Sebenarnya StuKel tersebut sudah dibuat oleh beberapa orang tim, namun semuanya tidak sesuai format dan akhirnya disusun ulang oleh beberapa orang lagi (Pdt. S. Kaomaneng, Pdt. Ebin Danius, Nus Simange, dan saya). Panjang jika diceritakan, dan banyak sekali pihak yang terlibat dalam proses ini, baik secara langsung, maupun dibalik layar.

Akhirnya perjuangan panjang itu membuahkan hasil setelah Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan SK no. 200/D/O/2008 tentang pembukaan 10 program studi baru dan perubahan status STT GMIH menjadi Universitas Halmahera. Secara resmi, Dirjen Dikti, yang diwakili Koordinator Kopertis XII, meresmikan UNIERA pada tanggal 11 Oktober 2008.
Saat ini uniera memiliki kurang lebih 700 mahasiswa.

Friday, August 8, 2008

Carut Marut Permasalahan Pasar Tobelo

Ketidaktegasan Pemda Halut dalam memutuskan masalah pasar kembali menyebabkan demonstrasi pedagang. Lahan Pasar tua yang sudah dibongkar(dan dipagari seng) kembali diduduki oleh pedagang pasar wosia. Hal ini terkait diaktifkannya kembali pasar rawajaya, sehingga aktivitas di pasar wosia menjadi sepi. Padahal pasar Rawajaya sebelumnya sudah ditutup. Pendudukan lahan ex-pasar lama tersebut, menurut ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (APPB) Wosia, Laful Paul Selanu, bukan merupakan bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah daerah, tapi hanya meminta kejelasan tentang pasar rawajaya. Pada prinsipnya keberadaan pasar rawajaya sangat berpengaruh terhadap aktifitas pasar wosia.


Konsistensi dan komitmen pemerintah daerah diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan ini sehingga tidak terjadi masalah yang lebih berat lagi, apalagi hal ini sudah berlangsung berbulan-bulan.

Friday, August 1, 2008

Aktivitas Gunung Dukono Meningkat

Beberapa hari terakhir ini aktivitas Gunung Dukono mengalami peningkatan. Hal ini ditandai dengan semburan debu vulkanik yang terus dimuntahkan beberapa hari ini. Kemarin (31/7) kota Tobelo dihujani debu vulkanik yang berasal dari gunung yang terletak di kecamatan Galela tersebut. Secara visual juga kita dapat melihat semburan dari kota Tobelo. Menurut masyarakat desa Mamuya, pada malam hari gunung Dukono sering menyemburkan api.
Mudah-mudahan aktivitas Dukono ini tidak sampai menimbulkan bencana atau hal yang merugikan masyarakat, namun menurut salah satu petani dari Tobelo, adanya abu gunung ini dapat menambah kesuburan tanah.

Tuesday, June 10, 2008

Kabar baru Tobelo

Pesparawi tingkat kabupaten Halmahera Utara berlangsung meriah pada 30 Mei - 4 Juni 2008. Ibadah pembukaan dilangsungkan di halaman STT GMIH, dilanjutkan dengan konvoi keliling kota Tobelo yang dipimpin oleh Wakil Bupati Arifin Neka, SH. 20 Kecamatan ambil bagian dalam event tiga tahunan ini, dan setelah melalui perlombaan selama tiga hari maka Kecamatan Tobelo keluar sebagai Juara Umum. Hasil-hasil lomba antara lain sebagai berikut :
Paduan Suara Dewasa Campuran :
1. Tobelo
2. Tobelo Selatan
3. Tobelo Utara
4. Tobelo Tengah
5. Morotai Selatan
6. Tobelo Timur
Paduan Suara Pemuda/Remaja
1. Tobelo Selatan
2. Tobelo
3. Kao
Paduan Suara Anak
1. Tobelo
2. Kao Utara
Paduan Suara Kaum Pria
1. Tobelo
2. Morselbar
Paduan Suara Kaum Wanita
1. Tobelo
2. ..?? lupa tuh..hehehee
Vokal Group
1. Tobelo Selatan
2. Morotai Utara
3. Tobelo
Pesparawi I Halmahera Utara diawasi oleh juri-juri berkualitas dari Manado dan Makassar. Pesparawi ini juga sebagai ajang seleksi dalam pembentukan Tim Pesparawi KAbupaten Halut yang akan berlomba pada Pesparawi tingkat Propinsi Maluku Utara yang rencananya akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.
==================================================================
Polemik terkait dengan pemindahan aktifitas pasar ke Wosia masih terus berlanjut. Senin, 9 Juni kemarin, seluruh pedagang pasar baru Wosia melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Kab. Halut dengan mengelar pasar kaget di halaman kantor DPRD.
Pedagang menilai pemerintah tidak serius mengawasi aktifitas pasar baru dan pasar lama. Mereka beranggapan aktifitas di pasar baru tidak akan optimal kalau aktifitas penjualan di pasar lama masih berlangsung, dan ini harus diawasi secara ketat oleh pemerintah.
"Kalo dong masih bajual di pasar lama, bagimana tong pe jualan di wosia bisa laku..." keluh seorang pedagang. Dari amatan saya, memang pasar wosia hanya diramaikan oleh pedagang saja, sementara pembeli hanya sedikit. Ini seharusnya cepat diantisipasi oleh pemerintah kita.
Hari ini, Selasa 10/6, pedagang Wosia akan mengelar pasar kaget di depan Kantor Bupati (Lapangan Hibualamo). Wah kalau pasar terus berpindah-pindah bisa kacau nih...

Friday, May 16, 2008

BBM Tobelo masih aman

Tobelo, 15 Mey 2008

Isu kelangkaan BBM yang akan terjadi menyusul rencana kenaikan harga BBM pada Juni nanti belum terjadi di Tobelo. Stok BBM di dua SPBU yang beroperasi di Tobelo juga masih dapat melayani kebutuhan BBM saat ini, khususnya Premium dan Solar. Sayangnya, ada beberapa oknum yang membeli BBM bersubsidi tersebut dengan menggunakan drum dan jerigen yang disembunyikan di dalam mobil mereka. Pihak kepolisian harus dapat mengantisipasi hal ini, jika tidak kelangkaan BBM akan terjadi di daerah ini.
Pro dan kontra tentak rencana kenaikan harga BBM ini tidak begitu mewacana di Tobelo, kenapa?? kelihatannya masyarakat adem-ayem aja tuh...

Khusus untuk Minyak Tanah, meskipun terjadi antrian di beberapa pangkalan, namun pihak Depot Pertamina menyatakan bahwa stok minyak tanah Halut masih aman. Akan tetapi dilapangan ditemukan bahwa harga minyak tanah menembus angka Rp. 6.000,- / liter di pelabuhan Tobelo. Padahal jenis BBM yang satu ini menyentuh sampai lapisan masyarakat paling bawah. Dalam kunjungan kami ke sebuah desa di Tobelo Barat, Birinoa, minyak tanah tidak ada sama sekali di desa tersebut sehingga masyarakatnya harus membeli ke desa lain atau ke Tobelo.

Ironisnya lagi, kenaikan harga BBM juga akan diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, namun tingkat pendapatan masyarakat tidak naik sehingga yang terjadi adalah masyarakat kecil semakin tertekan. Hitung-hitungannya sederhana aja kan, uang yang dulunya bisa buat beli 10 kg beras, sekarang hanya bisa beli 5 kg beras. Maka makin bertambahlah masyarakat miskin di Halut, imbasnya Halut tetap berstatus Daerah Tertinggal, padahal kita tidak sadar kalo kita hidup di atas EMAS...

Bicara mengenai ekonomi masyarakat memang tidak ada habisnya.
Bagaimana pandangan teman-teman??

Friday, May 2, 2008

news

ada info lowongan, silahkan join ke link lowongan di bawah...

trimz..